HAKIKAT DAN KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAAN

 HAKIKAT DAN KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAAN

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    A. Latar Belakang


        Adanya sebuah pendidikan bisa membentuk orang ke arah yang lebih baik. Sesuatu yang bisa memberikan sebuah bekal atau pengetahuan merupakan pendidikan yang sangat cocok bagi peserta didik/siswa, agar peserta didik tidak terlalu memikirkan untuk mencari sebuah pekerjaan. Banyak manfaat yang di berikan karna pendidikan kita bisa menjadi manusia menjadi manusia yang mandiri dan bekerja keras. Agar tidak sulit untuk bekerja harus memiliki kemampuan dan sebuah keterampilan. Dari adanya pendidikan/latian, terbiasanya peserta didik untuk berpikir maju dan sukses. Terutama keahlian khusus dan dapat menawarkan sesuatu, dan berbagai kebiasaan tertentu seperti kebiasaan untuk berbahasa asing.

        Kekuatan jiwa, semangat dan iman bisa kita dapatkan juga dari latian kewirausahaan, sikap mental/watak serta kepribadian, pemikiran kreatif, persaingan/resiko yang akan terjadi, sesuatu yang menyakinkan, kepengurusan (manajemen), serta keterampilan yang di miliki untuk usaha. Pendidikan dalam kewirausahan sangat penting di berikan agar dapat berguna dalam kehidupan sehari hari dan dapat membantu mereka membuat suatu keterampilan yang bisa menghasilkan sesuatu.

    Sekarang ini orang orang banyak yg sulit untuk  memiliki kesibukan (pekerjaan). Adapun sesuatu yang mengakibatkan hal tersebut yaitu, diantaranya adalah kurang nya ilmu yang di punyai, kurang nya keterampilan yang di bisa, kecilnya lowongan pekerjaan, dan minim nya pertolongan dari petinggi negara untuk membuat lowongan pekerjaan bagi mereka.

    Agar berkurangnya jumlah penganguran kita sebagai generasi penerus bangsa harus memiliki sebuah keterampilan. Para muda mudi wajib mempunyai pikiran yg aktif dan kreatif untuk membantu memperkecil krisis perekonomian dan mengembangkan kewirausahaan untuk pensejahteraan kehidupan.

    Sebelum melakukan kewirausahaan sebaiknya harus memiliki konsep/keterampilan dalam melakukan usaha, supaya usaha yang kita jalani dapat berhasil pentingnya menguasai konsep agar kita dapat mengetahui usaha yang kita jalani dapat berjalan dengan baik atau tidak. Selain itu adanya kewirausahan kita bisa lebih mandiri, kreatif, serta inopatif sehingga apa yang di lakukan dapat di sukai masyarakat. Maka dari itu, semua orang berharap agar para pemuda lebih kreatif, inopatif agar bisa membuat sebuah pekerjaan, agar bisa memajukan perekonomian negara yang lebih baik lagi kedepan. 

B. Rumusan masalah

   1. Bagaimana hakikat kewirausahaan

   2. Bagaimana karakteristik kewirausahaan

    3. Bagaimana sikap dan kepribadian kewirausahaa

   4. Bagaimana motivasi berprestasi kewirausahaan

C. Tujuan

    1. Untuk mengetahui hakikat kewirausahaan

     2. Untuk mengetahui karakteristik kewirausahaan

     3. Untuk mengetahui sikap dan kepribadian kewirausahaan

     4. Untuk mengetahui motivasi berprestasi kewirausahaan

 

  BAB II

  PEMBAHASAAN

 

A.    A. Hakikat Kewirausahaan

  

     Berdasarkan sedangnya wirausahawan berarti  “entrepreneu” yaitu sesorang yang pantang menyerah untuk memetik sebuah akibat yng akan terjadi. Seseorang yang berani memulai usaha dan pemberani artinya seseorang yang memiliki mental pemberani, sekalipun berada pada keadaan yang tidak ada kepastian, cemas dan takut sekalipun.

    Beberapa ahli mengemukakan alasanna tentang kewirausahaan seperti peter F. Berdasarkan hal tersebut kita simpulkan dimana kewirausahaan adalah kebiasaan yang bisa membentuk sebuah kegiatan usaha. Kewirausahaan wajib mempunyai keterampilan atau pengetahuan yang berinovatif serta berkreatifitas agar bisa membentuk hal-hal yang terbaru. Wirausahawan mempunyai rutinitas yang dapat dilakukan siapapun. Dengan kalimat lain bahwa orang dapat membuat dan menjalankan usaha secara sendiri ataupun bersama-sama. Secara pribadi bisa membuat usaha dengan menggunakan modal dari dirinya. Selain itu, berkelompok dua orang ataupun melebihi bekerja sama dengan menyumbang baik keterampilan maupun uang. Jadi, jika berwirausaha dapat dikerjakan apabila:

 

          1). Mempunyai uang serta melakukan prosesnya

          2). Penyetoran uang serta prosesnya di bantu seseorang mitra atau teman

          3). Memberikan kemampuan dan di artikan sebagai kepemilikan saham usaha

 

   Saat ini tidak ada pengertian yang sangat sama artinya dalam kewirausahaan. Kewirausahaan merupakan bentuk perilaku, tingkah laku, serta ciri seseorang yang mempunyai keahlian untuk melaksanakan inivatif ke dalam kehidupan dengan cara kreatifitas. Kewirausahaan adalah gabungan inovasi, kreatif dan keberanian menerima akibat yang ada secara kerja keras agar terbentuk serta menjaga hal baru. Dalam konsep tersebut, terdapat enam hal yang sangat berarti dalam kewirausahaan yaitu:

 

1.       Kewirausahaan adalah penilaiaan terbentuk dari kelakuan atau watak sebagai landasan penggerak, siasat, proses, tujuan, hasil bisnis serta sumber daya

2.      Kewirausahaan merupakan keterampilan dalam membuat kegiatan yang baru serta memiliki pembeda

3.      Kewirausahaan merupakan langkah-langkah dalam melakukan hal yang baru (Creative), dan hal yang menjadi pembeda (inovative) serta mempunyai tujuan sehingga mendapatkan penilaian yang baik

4.      Kewirausahaan merupakan langkah-langkah pewujudan dari inovasi serta kreatifitas untuk mencari penyelesaian masalah dan juga mencari tau hal yang bisa membenahi hidup  (usaha)

5.      Kewirausahaan merupakan sesuatu hasil yang di butuhkan sebagai pemulai usaha dan pengembangan usaha

6.      Kewirausahaan merupakan sesuatu yang membentuk penilaiaan tambahan dengan jalan menggabungkan semuanya dengan cara yang terbaru serta membedakannya dengan hal sebelumnya

 

Berkaitan 6 konsep tersebut, secara terperinci kewirausahaan bisa di artikan hal yang inovatif dan kreatifitas yang dapat menjadi landasan, sumber daya, proses, perjuangan serta kiat agar mendapatkan perolehan yang tinggi dan tidak takut akan masalah yang di hadapi.

 

 

B.Karakteristik Kewirausahaan

   

           1. motif berprestasi tinggi

      Para ahli mengemukakan bahwa seseorang memiliki minat berwira usaha karena adanya motif tertentu, yaitu motif berprestasi (achievement motive) menurut GEDE ANGGAN SUHANDA (dalam suryana, 2003:32) motif berprestasi ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasaan secara pribadi. Faktor dasarnya adalah kebutuhan yang harus di penuhi. Menurut teori HERZBERG.

 

 

 

 

Ada 2 faktor motivasi:

kebutuhan berprestasi wirausaha terlihat dalam bentuk tindakan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih efisien di bandingkan sebelumnya

a.      ingin mengatasi sendiri kesulitan pada persoalan persoalan yang timbul pada  dirinya

b.      selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk melihat keberhasilan dan kegagalan

c.       memiliki tanggung jawab personal yang tinggi

d.      berani menghadapi resiko yang penuh dengan perhitungan

e.      menyukai tantangan dan melihat tantangan secara seimbang

 

-       selalu perspektif seorang wirausahawan hendaknya mampu menatap masa    dengan lebih optimis melihat ke depan dengan berfikir dan ber usaha memanfaatkan peluang dengan penuh perhitungan karna ia memiliki pandangan  jauh ke masa depan maka ia akan selalu ber usaha untuk berkarsa dan berkarya (suryana,2003:23) kuncinya pada kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru serta berbeda dengan yang sudah ada.

 

 

           2.Memiliki kreatifitas tinggi yaitu:

              a. kreatifitas adalah menciptakan sesuatu yang asal tidak ada

              b. hasil kerjasama masa kini untuk memperbaiki masa lalu dengan cara baru

              c. menggantikan sesuatu dengan sesuatu yang lebih sederhana dan lebih baik    

 rahasia kewirausahaan dalam menciptakan nilai tambahan barang dan jasa                      

                  terletak pada penerapan kreatifitas dan inovasi untuk memecahkan masalah

 meraih peluang yang di hadapi

            3. Memiliki prilaku inovatif tinggi menjadi wirausaha yang handal tidaklah mudah.  

                Tetapi tidaklah sesulit yang dibayangkan banyak orang, karena setiap orang

                dalam belajar berwirausaha. Menurut Poppy King, wirausaha muda dari australia

                yang terjun kebisnis sejak berusia 18 tahun, ada tiga hal yang selalu dihadapi

                seorang wirausaha di bidang apapun, yakni: Pertama, obstecle ( hambatan );

                Kedua, hardship (kesulitan); Ketiga, Very rewarding life (imbalan atau hasil bagi

                kehidupan yang memukau).

           4. Selalu komitmen dalam pekerjaan, memiliki Etos kerja dan tanggung jawab

                seorang wirausaha harus memiliki jiwa komitmen dalam usahanya dan tekad

                yang bulat di dalam mencurahkan semua perhatian pada usaha yang akan di

                gelutinya, didalam menjalankan usaha tersebut seseorang wirausaha yang

                sukses terus memiliki tekad yang menggebu gebu dan menyala nyala 

               (semangat tinggi) dalam mengembangkan usahanya, iya tidak setengah setengah                   dalam berusaha, berani menanggung resiko, bekerja keras, dan tidak takut menghadapi peluang peluang yang ada di pasar tanpa usaha yang sungguh-sungguh terhadap pekerjaan yang di gelutinya maka wirausaha sehebat apapun pasti menemui jalan kegagalan dalam usahanya. Oleh karena itu penting sekali bagi seorang wirausaha untuk komit terhadap usaha dan pekerjaan.

         5. Mandiri atau tidak ketergantungan sesuai dengan inti dari jiwa kewirausahaan yaitu     kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda ( create new and different) melalui berfikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup, maka seorang wirausaha harus mempunyai kemampuan kreatif di dalam mengembangkan ide dan fikirannya terutama di dalam menciptakan peluang usaha di dalam dirinya, dia dapat mandiri menjalankan usaha yang di gelutinya tanpa harus bergantung pada orang lain, seorang wirausaha harus di tuntut untuk selalu menciptakan hal yang baru dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber yang ada di sekitarnya, mengembangkan teknologi baru, menekan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen

 

C. HAKIKAT SIKAP

      1.Definisi sikap

            Menurut G.W ALLPORT. Sikap adalah keadaan mental dan taraf dari kesiapan, yang diatur melalui pengalaman yang memberikan pengaruh dinamik atau terarah terhadap respons individu pada semua objek dan situasi yang berakitan denganya sedangkan menurut HERI PURWANTO, sikap adalah pandangan pandangan atau perasaan yang disertai kecendurungan untuk bertindak sesuai sikap objek tadi.

Berdasarkan uraian tersebut, maka yang dimaksud dengan sikap dalam penelitian ini adalah kecenderungan untuk bertindak berkenaan dengan perilaku wirausaha.

          2.Komponen sikap

                 Menurut AZWAR struktur sikap terdiri atas tiga komponen yang saling menunjang yaitu:

      A.Komponen afektif merupakan perasaan yang menyangkut aspek emosional. Aspek emosional inilah yang biasanya berakar paling dalam sebagai komponen sikap dan merupakan aspek yang paling bertahan terhadap pengaruh pengaruh yang mungkin mengubah sikap seseorang komponen efektif disamakan dengan persamaan yang di miliki seseorang terhadap sesuatu.

      B.Kompenen konatif merupakan aspek kecenderungan berperilaku tertentu sesuai dengan sikap yang di miliki oleh seseorang, dan berisi tendensi atau kecenderungan untuk bertindak atau bereaksi terhadap sesuatu dengan cara cara tertentu. Dan berkaitan dengan objek yang dihadapinya adalah logis untuk mengharapkan bahwa sikap seseorang adalah di cerminkan dalam bentuk tendensi perilaku.

    C. Komponen kognitif merupakan refrensentasi apa yang di percayai oleh individu pemilik sikap, komponen kognitif berisi kepercayaan streotipe yang dimiliki individu mengenai sesuatu dapat di samakan penanganan (opini) terutama apabila menyangkut maalah isu atau problem yang kontroversial.

        3. Tingkatan sikap

Tingkatan sikap menurut Soekidjo Notoatmojo:

·          Menerima ( receiving )

·         Merespon ( responding )

·         Menghargai ( valuing )

·         Bertanggung jawab ( responsible )

 

 

4. Sifat sikap

Sikap dapat pula bersifat positif dan dapat pula bersifat negatif.

Menurut Heri Purwanto sikap sifat adalah sebagai berikut:

1.       Sikap positif kecenderungan tindakan adalah mendekati, menyenangi, mengharapkan obyek tertentu.

2.      Sikap negatif terdapat kecenderungan untuk menjauhi, menghindari, membenci, tidak menyukai obyek tertentu.

 

5. Ciri-ciri sikap

Menurut Heri Purwanto, ciri-ciri sikap adalah

1)      Sikap bukan di bawa sejak lahir melainkan di bentuk atau di pelajari sepanjang perkembangan itu dalam hubungan dengan obyeknya. Sifat ini membedakannya dengan sifat motif-motif biogenis seperti lapar, haus, kebutuhan akan istirahat.

2)     Sikap dapat berubah-ubah karena itu sikap dapat di pelajari dan sikap dapat berubah pada orang orang bila terdapat keadaan-keadaan dan syarat-syarat tertentu yang mempermudah sikap pada orang itu.

3)     Sikap tidak berdiri sendiri, tetapi senantiasa mempunyai hubugan tertentu terhadap suatu objek dengan kata lain, sikap itu terbentuk, dipelajari atau berubah senantiasa berkenaan dengan suatu objek tertentu yang dapat di rumuskan dengan jelas.

4)     Objek sikap itu merupakan suatu hal tertentu tetapi dapat juga merupakan kumpulan dari hal-hal tersebut.

5)     Sikap mempunyai segi-segi motivasi dan segi-segi perasaan, sifat alamiah yang membedakan sikap dan kecakapan-kecakapan atau pengetahuan-pengetahuan yang di miliki orang.

 

D. HAKIKAT KEPRIBADIAN

A. Definisi kepribadian

     Koentjaraningrat, menyatakan bahwa kepribadian adalah susunan dari unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan tingkah laku atau tindakan seseorang. Sedangkan yinger, mengatakan bahwa kepribadian adalah keseluruhan prilaku seseorang dengan sistem kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian situasi. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kepribadian adalah perpaduan yang utuh antara sifat, sikap, pola pikir, emosi, dan nilai yang mempengaruhi individu agar berbuat sesuatu yang benar sesuai dengan lingkungannya. Theodore M. Newcomb, menyatakan bahwa kepribadian adalah organisasi sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang dari perilakunya. Hal ini berarti bahwa keribadian menunjukan organisasi dari sikap-sikap seorang individu untuk berbuat, mengetahui, berfikir, dan merasakan secara khusus apabila iya berhubungan dengan orang lain atau ketika iya menghadapi suatu masalah. Secara garis besar dapat di tarik kesimpulan bahwa kepribadian adalah segala corak tingkah laku individu yang terhimpun dalam dirinya, digunakan untuk bereaksi dan menyesuaikan diri terhadap segala rangsangan baik yang datang dari luar dirinya (eksternal)  maupun dari dirinya sendiri (internal) sehingga corak tingkah lakunya itu merupakan satu kesatuan fungsional yang khas bagi individu itu. Dalam penelitian ini kepribadian wirausaha ialah kecenderungan seseorang yag berlandasan jiwa dan unsur-unsur kewirausahaan dalam serangkaian situasi yang terjadi di lingkungannya sebagai berikut penyesuaian diri terhadap rangsangan dari luar maupun dalam.

                                                           

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan 

           Kewirausahaan langkah untuk mencari tau, mengembangkan, dan membawa visi kedalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa indepinovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hal yang di dapatkan dari hal tersebut yaitu adanya hal baru walaupun belum mengetahui akibat dan ketidaktahuan yang akan terjadi

          Kewirausahaan bukanlah bakat bawaan sejak lahir maupun pengalaman lapangan langsung. Tetapi lebih tepatnya sesuatu yang harus dimiliki oleh setiap manusia dapat dipelajari dan juga di ajarkan

         Dengan demikian setiap orang berhak untuk memperbaiki hidupnya dengan berbagai idepkreatif dan inovatif yang di aplikasikan dalam sebuah usaha yang nyata. Penting mengetahui ilmu kewirausahaan dalam kehidupan kita, karena bertujuan untuk merubah kehidupan perekonomian menjadi lebih baik karena bagaimanapun kesuksesan sebuah negara di ukur dari segi kehidupan perekonomian masyarakatnya itu sendiri dan telah tertulis jelas pula dala Al-Qur’an bahwa “ Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa yang ada pada diri mereka” ( QS. Ar-Ra’d: 11 )

 

B. Kritik dan Saran 

          Alhamdulillah penulis ucapkan atas selesainya makalah tentang kewirausahaan ini, penulis tidak akan bisa menyesaikan makalah ini tanpa bantuan rekan-rekan sekalian

        Maka dari itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik/masukan dari pembaca terhadap makalah yang kami buat, karena kami menyadari banyak kekurangan dari makalah ini jadi kami membutuhkan maskan agar kami dapat membuat makalah yang lebih baik serta motivasi dari teman-teman yang kami butuhkan.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Buchari, Alma. 2006. Kewirausahaan. Bandung: Alfabeta.

Iwantono, Sutrisno. 2002. Kiat Sukses Berwirausaha. Jakarta: PT Grasindo.

Kasmir. 2007. Kewirausahaan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Mursobah, Ahmad. 2012. Kpnsep Dasar

Suryana. 2003. Kewirausahaan. Jakarta: Salemba Empat


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NOVAL PABRIYANSA UTS KARYA ILMIAH

MANAJEMEN KESISWAAN DALAM MENGHADAPI GENERASI GEN Z DAN ALHA DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM NAMA                 : Noval Pabriyansa Winata NIM ...